7 Fakta Menarik tentang Stasiun Pasar Senen


2022 – Stasiun Pasar Senen merupakan salah satu cagar budaya yang menjadi saksi kehidupan zaman kolonial. Banyak fakta penting yang harus kamu tahu tentang stasiun.

Stasiun Pasar Senen tidak sekedar menjadi pengantar traveler yang ingin melintas jarak jauh saja dengan jalur darat menuju stasiun lain. Ada selintas sejarah yang menarik untuk diketahui tentang Stasiun Pasar Senen.

Dirangkum detikcom, berikut fakta menarik tentang Stasiun Pasar Senen yang bisa jadi kamu belum tahu.

1. Bangunan kedua

Bangun Stasiun Pasar Senen sekarang bukanlah yang pertama kali dibangun. Dahulunya ada stasiun yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi sekarang.

Sejak awal abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda memiliki rencana guna memperbaiki kondisi perkeretaapian di Jakarta dan sekitarnya. Namun terdapat kendala yakni perkeretaapian di Jakarta terdiri dari perusahaan kereta api negara serta beberapa swasta.

Gayung bersambut baik, tahun 1913 SS membeli jaringan perkeretaapian Jakarta-Buitenzorg (Bogor) milik perusahaan kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Sebelumnya jalur Jakarta-Bogor merupakan jalur kereta api pertama di Jakarta yang diresmikan pada tahun 1873.

Paska mengelola perkeretaapian di Jakarta, SS mulai merenovasi stasiun-stasiun besar, tak terkecuali Stasiun Pasar Senen. Stasiun ini direnovasi oleh arsitek Van Gendt, dibangun 100 meter arah timor dari stasiun awal.

2. Punya terowongan penumpang pertama di Indonesia

Arsitek Van Gendt tidak hanya merubah bangunan stasiun begitu saja. Namun dia juga membangun terowongan yang berfungsi untuk mengamodir penumpang berpindah peron.

Terowongan penumpang ini menjadi yang pertama dibangun di Indonesia. Dulunya da dua stasiun yang memiliki terowongan penumpang yang berada di bawah rel, yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu.

3. Cagar budaya

Stasiun Pasar Senen telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19930329.02.000810 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/ PW.007/MKP/05 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 Tahun 1993.

Selanjutnya: asal-usul nama Stasiun Pasar Senen

4. Nama diambil dari pasar sekitar

Ternyata penamaan stasiun berawal dari aktivitas pasar yang tidak jauh dari stasiun, yaitu Pasar Senen. Sesuai dengan namanya, Pasar Senen hanya beroperasi pada hari Senen saja.

5. Dulunya menjadi salah satu stasiun megah yang dipuji-puji

Surat kabar pada saat itu, Javabode menggambarkan Stasiun Pasar Senen yang baru sebagai stasiun yang indah, rapi, dan kokoh seakan seperti di Stasiun Amsterdam atau Haarlem.

6. Punya peron island

Peron island atau peron pulau menjadi ciri khas Stasiun Pasar senen dahulu. Peron pulau tidak menyatu dengan bangunan stasiun dan dia berada di antara dua rel.

7. Melayani semua kelas kereta

Salah satu stasiun yang selalu dipadati traveler baik untuk wisata maupun mudik adalah Stasiun Pasar Senen. Di sini semua kelas ada, mulai bisnis, ekonomi dan juga eksekutif. Selain melayani jarak jauh, Stasiun Pasar senen juga dilewati KRL yang melintas rute Jatinegara-Bogor atau yang berangkat dari Stasiun Jatinegara.