Candi Borobudur Uji Coba Buka, Nih


2022 – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) melakukan simulasi uji coba pembukaan Taman Wisata Candi Borobudur. Sebagai bagian bersiap buka hari ini.

Dalam simulasi uji coba di Candi Borobudur pada Jumat (17/9) itu dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Jalannya simulasi dimulai dari pengunjung datang memasuki pintu gerbang.

Selama berada di Candi Borobudur, wisatawan harus menerapkan protokol kesehatan baik di cek suhu, jaga jarak, cuci tangan dan harus memakai masker. Kemudian ada tambahan bagi pengunjung harus sudah memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Nantinya, pengunjung yang bisa qr barcode dan bisa memasuki akan mendapatkan stiker warna hijau yang ditempelkan di baju.

Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Edy Setijono mengatakan Taman Wisata Candi Borobudur mengikuti tahapan dari pemerintah untuk melakukan simulasi uji coba. Dalam simulasi uji coba ini dinilai dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah karena Borobudur berada di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Ini adalah tahapan yang oleh pemerintah. Kita mengikuti anjuran-anjuran terkait dengan PPKM ini, tahapan harus dipenuhi melalui uji coba dulu. Uji coba tidak bisa semua destinasi melakukan uji coba itu nggak boleh, itu harus ada simulasi atas uji coba. Nah yang menilai siapa, gugus tugas provinsi karena Borobudur ada di Jawa Tengah,” kata Edy usai melakukan simulasi di Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021).

Menurut Edy simulasi uji coba itu sekaligus menjajal penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Poin itu menjadi yang terbaru buat Candi Borobudur.

“Kita meminta kepada Pak Gubernur, kemudian Pak Wagub yang hadir langsung untuk menilai apakah protokol dan kesiapannya sudah layak untuk dilakukan uji coba. Jadi, hari ini simulasi uji coba, setelah tadi beliau (Wagub) melihat sendiri,” kata Edy.

“Candi Borobudur ini sudah dinilai oleh beliau sudah layak untuk dilakukan uji coba. Uji coba itu aturan juga ada termasuk kuota dan seterusnya itu sudah ditentukan, penambahan dari uji coba yang kita lakukan beberapa waktu yang lalu itu adalah penerapan aplikasi PeduliLindungi,” Edy menambahkan.

“Ini semua dilakukan agar apa yang kita inginkan, recovery sektor ekonomi tidak bertabrakan dengan upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 ini. Jadi supaya bisa jalan, tapi dengan kehati-hatian, inilah yang kita lakukan hari ini. Alhamdulillah terima kasih Pak Wagub sudah memberikan penilaian yang positif atas apa yang disiapkan oleh Taman Wisata Candi,” tuturnya.

Selanjutnya —->> Sabtu Uji Coba untuk Wisatawan

“Besok pagi (mulai uji coba). Beliau (Wagub) sudah menyatakan oke, sudah memenuhi persyaratan besok pagi kita memulai uji coba. Kita ikut aturan dari pemerintah pusat karena hanya ada 20 di tingkat nasional yang diizinkan melakukan uji coba dengan aplikasi PeduliLindungi,” ujarnya.

Menurut Edy, semua yang memasuki kawasan Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Termasuk pedagang. Jadi, semua yang masuk kawasan itu harus pakai aplikasi PeduliLindungi. Kita sudah pasang di delapan titik, delapan pintu karyawan masuk juga harus pakai PeduliLindungi,” kata dia.

Sementara itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen yakin pengelola Candi Borobudur bisa memenuhi tuntutan prokes andai telah benar-benar menerima wisatawan.

“Mereka (wisatawan) sudah beli tiket dari online atau sebagainya. Lha ini sudah disediakan sudah diantisipasi, kalau nanti sudah masuk ternyata tidak bisa masuk ke candi, wisatawan boleh refund. Artinya semua sudah diantisipasi,” kata Gus Yasin.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, mengatakan operasional Taman Wisata Candi Borobudur telah ditutup selama PPKM level 4,3,2 Covid-19 Jawa-Bali. Hal ini sangat berdampak bukan hanya pengelola, tapi juga warga masyarakat dan stakeholder terkait.

“Kami menyambut dengan gembira atas acara simulasi aplikasi PeduliLindungi di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur hari ini. Kami melihat ini menjadi momentum penting sebagai awal mempersiapkan pelaksanaan kunjungan wisatawan Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Iwan.

“Harapan kami acara simulasi ini akan membuka pintu menuju bangkitnya kembali industri pariwisata di Kabupaten Magelang termasuk di kawasan Wisata Candi Borobudur ini,” tuturnya.