Daftar Juara The International (TI) Dota 2 Dari 2011 Sampai 2021


2022 – The International 2022 atau TI11 sudah di depan mata. Setelah 10 seri digelar di benua Amerika dan Eropa – dan sekali di China, Kejuaraan Dunia Dota 2 tahun ini dihelat di Asia Tenggara, yakni Singapura.

Jutaan pasang mata dipastikan akan terjaga mulai dari fase Group Stage hingga laga pamungkas Grad Final pada 30 Oktober. 20 tim berlaga demi menggapai The Aegis of Champions, simbol adiluhung dan puncak impian bagi setiap pro player Dota 2. Harus diakui bahwa The International menjadi tonggak- pionir sekaligus menjaga keberlangsungan scene esports dunia, beriringan dengan WORLDS League of Legends dan CS:GO Championship.

Yup! The International adalah turnamen resmi tahunan yang diselenggarakan Valve selaku developr dan publisher sejak 2011 (TI1). Ini adalah puncak purnama, pesta dan perayaan insan Dota 2 sejagad raya menyaksikan tim-tim terbaik Dota 2 menampilkan keahliannya.

Selain prestige, TI masih menjadi turnamen dengan hadiah terbesar di sepanjang sejarah esports. Dengan gengsi dan besarnya hadiah yang disediakan, setiap pemain pro Dota 2 pasti berharap bisa sekali untuk memenangkan turnamen ini.

Daftar ini tidak hanya merilis juara di setiap turnamen tetapi juga memperlihatkan perkembangan total hadiah prizepool yang telah membuat mata dunia terbelalak! Berikut kami sajikan daftar juara turnamen paling akbar Dota 2 The International dari masa ke masa.

Daftar juara Dota 2 The International
Para juara tentu mendapat bagian terbesar dari prize pool atau total hadiah. Berikut perinciannya:

TI1 Natus Vincere US$1.000.000 (dari $ 1.600.000 USD)
TI2 Invictus Gaming US$1.000.000 (dari
TI3 Alliance US$1.437.190 (dari $2,874,380)
TI4 Newbee US$5.025.029 (dari $10,923,977)
TI5 Evil Geniuses US$6.634.661 (dari $18,429,613)
TI6 Wings Gaming US$9.139.002 (dari $20,770,460)
TI7 Team Liquid US$10.862.683 (dari$24,787,916)
TI8 OG US$11.234.158 (dari $25,532,177)
TI9 OG US$15.620.181 (dari 34,330,068)
TI10 Team Spirit membawa US$18.208.300 (dari 40,018,195)

Juara TI 1 : Natus Vincere
TI pertama berlangsung di Gamescom 2011 di Cologne, Jerman. Valve menggelar turnamen ini sebagai peresmian sekaligus mempromosikan penerus mode DotA. Tak disangka, prize pool yag terkumpul saar itu menyentuh $ 1.600.000 USD – jumlah yang tidak terduga, dan terbilang luar biasa besar bagi para atlet esports profesional bahkan hingga sekarang.
Na`Vi tampil impresif tak terkalahkan di upper bracket, melewati Moskow Five, Invictus dan Scythe hingga akhirnya mengalahkan EHOME di Grand Finals 3-1.

NAVI: Artstyle – Dendi – XBOCT – Puppey – LightTofHeaveN.

Juara TI 2 : Invictus Gaming
Iterasi kedua TI digelar ke Seattle, Washington USA. Sementara kumpulan hadiah $ 1.600.000 dengan lebih banyak aksi. Drama yang paling terkenal dikenal sebagai “The Play”, terukir dalam memori semua penggemar Dota, “Mereka menyerbu river, kesabaran dari Zhou, menunggu di belakang, Na’Vi tertangkap. Oh ada sleep, gelombang, dia menangkap semua orang!”. Terlepas dari langkah yang luar biasa ini, iG melawan balik pada pertemuan kedua di Grand Final dan menang 3-1.

Invictus: Zhou – Ferrari_430 – YYF – ChuaN – Iman.

Juara TI 3: Alliance
Digelar di Seattle dan Compendium mulai diperkenalkan hingga mampu meningkatkan prize pool meningkat sebesar $2.874.380 dan momen Dota yang lebih legendaris.
Turnamen ini menghasilkan salah satu grand final paling menegangkan antara tim Eropa Alliance dan juara TI1 Natus Vincere. TI3 menjadi saksi tim Swedia mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas NAVI di Grand Final. s4 diabadikan dengan TP yang luar biasa dan [A] mengklaim kemenangan di final disertai dengan kalimat terkenal, “Aliansi melakukannya! (…) Mereka raja Utara, Aliansi memenangkan TI3!” Yup, Alliance juga abadi menjadi tim yang memainkan strategi RAT Dota dan meraih bagian terbesar dengan US$1.437.190.

Loda – s4 – AdmiralBulldog – EGM – Akke.

Juara TI4: Newbee

Seiring dengan semakin populernya Dota 2 dan The International, TI4 digelar di KeyArena di Seattle, Washington.

Newbee menegaskan dominasi mereka atas sesama tim China dengan menaklukkan Vici Gaming skor 3-1 di grand final. Sebagai juara, Newbee meraih US$5.025.029 dari total hadiah US$10.923.977.

Newbee TI 4: Banana, Mu, Hau, xiao8, dan SanSheng

Juara TI5: Evil Geniuses

Di TI5 Valve mengalokasikan hadiah sehingga semua peserta bisa pulang dengan hadiah uang yang lebih signifikan.

EG mengklaim Aegis pada tahun 2015 yang menobatkan SumaiL yang saat itu berusia 16 tahun sebagai jutawan esports termuda dalam sejarah. Final memuncak dalam Echo Slam dari Universe yang ikonik senilai $6.000.000: “Mereka semua bersama-sama. ppd, inilah Ice Blast. Siap untuk dunk, dari Universe, ini bencana!”

Evil Geniuses sukses membekap tim Cina CDEC Gaming, 3-1 dan mebawah hadiaj sebesar US$6.634.661 dari total prize pool US$18.429.613.

Evil Geniuses: UNiVeRsE, Aui_2000, ppd, fear, SumaiL

Juara TI6: Wings Gaming

Untuk ketiga secara beruntun The International dihelat di KeyArena. Di tahun yang sama, Valve mengambil keputusan untuk beralih dari Compendium ke Battle Pass yang menyumbang kontribusi sebesar 25% ke prize pool.

Wings Gaming mendapatkan Aegis setelah menjalankan fantastis dan kemenangan 3-1 melawan Digital Chaos di Grand Final. Apa yang istimewa dari Wings adalah kenyataan bahwa setiap pemain tampaknya dapat memainkan setiap hero dengan strategi apa pun sehingga berada di level berbeda dibanding lawan-lawan mereka.

TI6 menjadi milik Wings Gaming yang mengalahkan Digital Chaos 3-1 di final. Dengan demikian, tim asal Cina itu bersuka cita dengan hadiah uang US$9.139.002 dari prize pool US$20.770.460.

TI6 Wings Gaming: Faith_bian, iceice, shadow, y`, dan bLink

Juara TI7: Team Liquid

Jumlah peserta pada TI 2017 ini meningkat dari 16 ke 18 dan TI7 dimenangkan oleh skuad Eropa Team Liquid yang membabat habis tim Cina Newbee 3-0 di grand final.

Team Liquid pulang dengan kantong lebih tebal US$10.862.683 sementara proze pool TI7 adalah US$24.787.918.

TI7 Team Liquid: KoroKy, MATUMBAMAN, MinD_ContRoL, Miracle-, dan GH

Juara TI8: OG

The International 2018 digelar di Vancouver, Kanada di sebuah era di mana Valve mengenalkan sistem poin baru untuk DPC Major dan Minor. Poin-poin ini bakal menentukan tim mana yang bakal manggung di The International.
OG tak diunggulkan menti langkah ibarat kisah dngeng Cinderella yang menjadi sempurna saat berhasil mengalahkanPSG.LGD dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang dikenang sepanjang masa. OG pun pulang dengan hadiah US$11.234.158 dari prize pool US$25.532.177.

OG: N0tail, Ceb, Topson, Jerax, dan Ana

Juara TI9: OG

The International 2019 melahirkan kisah legendaris karena untuk pertama kali OG menjadi back-to-back champion. Johan “N0tail” Sundstein dan anggota tim OG lainnya menjungkalkan tim Eropa lainnya Team Liquid di Grand Final dengan skor 3-1. OG mendapat hadiah US$15.620.181 dari prize pool TI9 $34.330.068.

OG: N0tail, Ceb, Topson, Jerax, dan Ana

Juara TI10: Team Spirit
PSG.LGD dan Team Spirit saling sikut di partai puncak yang mungkin bisa kita pandang sebagai salah satu grand final yang paling menegangkan sepanjang masa.

PSG.LGD lebih banyak difavoritkan banyak pihal untuk menjadi juara, namun mereka tertinggal 2-0 dari Team Spirit. Hebatnya, tim asal Cina ini berhasil bangkit untuk menyamakan kedudukan 2-2 namun Team Spirit pada akhirnya merengkuh Aegis of Champions dan koper berisi uang US$18.208.300 atau sekitar Rp256 miliar rupiah.

Juara TI11: …

20 tim berlaga di TI 2022 di Singapore. DPC SEA mengirikan tiga wakil yakni BOOM Esports, Fnatic dan Talon Esports. Dari Eropa Barat (WEU), tim OG mendapta direct invite, disusul oleh Team Secret dan Team Liquid dari Last Chance Qualifier. Beberapa tim sayang harus absen yakni Nigma Galaxy, Alliance dan T1.

Team Spirit dan PSG.LGD kembali diunggulkan, tapi semua kemungkinan masih bisa terjadi. Siapakah yang akan merengkuh

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Tekuk VP 2-0 Team Secret Lolos ke TI11, Puppey The International Immortal!