Konservasi Pari Manta Mampu Tarik Pengeluaran Wisatawan hingga Rp 165 Miliar per Tahun


2022 – Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) melaporkan, upaya konservasi Pari Manta memiliki dampak positif bagi peningkatan ekonomi melalui wisata bahari.

Wisata Pari Manta Indonesia diperkirakan mampu menarik pengeluaran wisatawan hingga 10,7 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 165 miliar.

Sementara, dampak ekonomi langsung dari wisata Pari Manta diperkirakan lebih dari 15 juta dollar AS atau sekitar Rp 230 miliar per tahun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, nilai Pari Manta ketika mereka dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk pariwisata, nilainya sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 15,4 miliar.

“Dampak positif dari pengelolaan kawasan konservasi sudah mulai terlihat,” ungkap Victor dalam siaran pers, dikutip Senin (17/10/2022).

Ia menambahkan, saat ini populasi manta karang di Raja Ampat bertumbuh sekitar 8 persen per tahun setiap tahun sejak 2009.

Populasi tersebut manta pertama dan satu-satunya di seluruh dunia yang dilaporkan tumbuh dan berkembang.

“Tidak seperti kebanyakan populasi yang sebagian global sedang menurun,” imbuh dia.

Seiring dengan itu, Raja Ampat diumumkan juga menjadi lokasi pengasuhan Pari Manta pertama di dunia yang terkonfirmasi berada di Laguna Wayag.

Laguna Wayag yang terletak di Suaka Alam Perairan Waigeo Sebelah Barat, Kabupaten Raja Ampat telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 32 tahun 2022.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenkomarves Mochammad Firman Hidayat menegaskan usaha yang dilakukan pemerintah bagi kelestarian perairan di Indonesia.

“Melalui Kemenkomarves, pemerintah mendorong pengelolaan ruang laut guna memberi pertumbuhan ekonomi maritim, dengan pengelolaan yang memperhatikan kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati, salah satunya pari manta,” imbuh Firman.