Petrokimia percepat layanan pupuk nonsubsidi dengan aplikasi WMS 2CE


2022 – PT Petrokimia Gresik mempercepat layanan pendistrusian pupuk nonsubsidi dengan menerapkan inovasi aplikasi digital Warehouse Management System Customer Centric Exellenceatau WMS 2CE.

SVP Pengelolaan Pergudangan dan Pelabuhan PT Petrokimia Gresik Andri Puji Handoyo di Yogyakarta, Jumat, mengatakan aplikasi berbasis web WMS 2CE efektif diterapkan di gudang perusahaan mulai tahun ini.

“Kami mengembangkan aplikasi ini dalam rangka memberikan layanan yang terbaik kepada distributor pupuk selaku konsumen khususnya untuk produk nonsubsidi,” kata dia.

Dengan aplikasi tersebut, menurut Andri, seluruh kegiatan atau aktivitas operasional di gudang PT Petrokimia Gresik diproses secara digital.

“Sebelumnya, distributor kalau mengambil pupuk ke Gresik itu harus bawa kertas surat jalan, harus bawa sales order kemudian dicek dulu dan sebagainya. Jadi, dengan aplikasi ini semuanya kami digitalisasikan,” katanya.

Melalui aplikasi WMS 2CE, menurut dia, para distributor dapat mengakses dan memantau secara realtimemulai dari kegiatan pemasukan produk, pengeluaran produk, pergerakan dari penyimpanan produk, dan output berupa jumlah pupuk yang diangkut.

“Jumlah barang yang sudah terambil berapa bisa dilihat sehingga tidak perlu merekap. Ini merupakan bentuk transformasi bisnis kami,” ujar dia.

Melalui inovasi layanan secara digital tersebut, Andri berharap para petani di Indonesia dapat mengakses beragam pupuk nonsubsidi seperti Petro ZA Plus, Phosgreen, dan Petroganik Premium dengan proses yang lebih cepat.

Apalagi, menurut dia, para petani saat ini tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi dari pemerintah dalam menjalankan usahanya karena ketersediaan yang terbatas.

Untuk itu, menurut dia, saat ini Petrokimia Gresik menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi itu kepada para mitra distributor pupuk di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

“Kami siapkan pupuk nonsubsididan proses pengambilannya lebih mudah. Yang tadinya butuh sekian jam prosesnya bisa lebih cepat, barang bisa diambil, diangkut dan sampai ke petani,” kata dia.