Seberapa Sehat Raja Charles III? Berikut Riwayat Kesehatan sang Raja


2022 – Meski menjadi orang tertua yang pernah naik takhta dalam sejarah Kerajaan Inggris, Raja Charles III memiliki catatan kesehatan yang mengesankan.

Di usia hampir 74 tahun, Raja Charles III adalah orang tertua yang pernah naik takhta di Inggris.

Raja Charles III tampaknya mewarisi umur panjang dan gen baik dari ibunya, Ratu Elizabeth II.

Menjadi penguasa Inggris dan negara-negara persemakmuran adalah pekerjaan sulit yang membutuhkan stamina mental dan fisik yang kuat.

Meski istana terkenal sangat tertutup dengan kesehatan keluarga kerajaan, tetapi Raja Charles cukup blak-blakan tentang kesehatannya.

Di tahun 2012, Raja Charles menulis sebuah buku berjudul “Harmony: A New Way of Looking at our World”.

Dalam buku itu tertuang hal-hal yang menurutnya harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan di seluruh dunia. Dia membahas nutrisi yang baik, olahraga, epidemi obesitas, kemiskinan, obat-obatan, dan efek perubahan iklim pada kesehatan manusia.

Dia juga mengadvokasi kesehatan masyarakat di forum politik dan KTT global.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari The Healthy, berikut riwayat kesehatan Raja Charles III .

1. Aturan kesehatan yang ketat

Pangeran Philip, ayah Charles dikenal sebagai orang yang sangat disiplin.

Menurut biografi resminya, Charles III dibesarkan dengan aturan ketat, termasuk makanan yang harus dikonsumsi, waktunya, jam tidur yang ditetapkan, dan rutinitas olahraga.

Secara mental, dia selalu serius dan sensitif yang membuat Winston Churchill berkomentar bahwa Charles yang berusia tiga tahun “masih terlalu muda untuk berpikir.”

Temperamen ini dikombinasikan dengan aturan orang tuanya, membentuk dasar dari kode kesehatan disiplin yang telah diikuti raja sepanjang hidupnya.

Selain beberapa laporan tentang patah tulang, Raja Charles III tampaknya telah melewati masa kecil dan sekolahnya dengan tidak lebih dari pilek dan cedera masa kanak-kanak yang biasa.

Setelah lulus, ia melanjutkan studinya ke perguruan tinggi dan menjadi pewaris pertama yang memperoleh gelar resmi.

Charles bertugas di militer dari tahun 1971 hingga 1976, yang kemungkinan menanamkan lebih banyak disiplin ke dalam rejimen kesehatannya.

2. Olahraga, bootcamp, dan melukis

Sebagai orang dewasa, Raja Charles III selalu dikenal karena kecintaannya pada olahraga, khususnya olahraga luar ruangan.

Dia mulai bermain polo kompetitif di sekolah dan berlanjut sampai dia terlempar dari kudanya dan pingsan pada usia 44 tahun.

Bahkan setelah acara itu, dia terus bermain polo untuk rekreasi dan di acara amal. Menurut laporannya sendiri, dia suka berburu, hiking, dan memancing.

Ia biasanya melakukannya sendiri atau bersama putra-putranya, Pangeran William dan Harry.

Dr. Cherian menyebut bahwa Raja Charles III seorang tukang kebun yang rajin. Ini semua adalah cara yang bagus untuk berolahraga tanpa berolahraga.

Dia juga ketat dengan diet, makan vegetarian setidaknya dua hari per minggu. Meskipun Raja Charles bukan seorang vegan.

Koki pribadinya (sekarang sudah pensiun) Darin McGrady melaporkan bahwa makan malam favoritnya adalah daging domba dengan risotto jamur.

Dia tetap makan buah dan granola untuk sarapan dan suka ngemil telur.

Selain diet bersih dan banyak olahraga, dia menjaga kesehatan mentalnya dengan memiliki outlet kreatif dalam lukisan cat air dan sangat berhasil sehingga dia memenangkan beberapa penghargaan untuk seninya.

Sepanjang masa dewasanya dan seiring bertambahnya usia, ia mengalami serangkaian cedera ringan dan operasi.

Dia mengalami beberapa patah tulang karena olahraga, tulang rusuk retak, operasi lutut, hernia, pengangkatan lesi kanker kulit kecil, dan rawat inap semalam di rumah sakit karena kecelakaan menunggang kuda.

Secara keseluruhan, ini adalah catatan kesehatan yang sangat bersih untuk seseorang seusianya.

Ini menunjukkan bahwa dia tetap aktif, memperhatikan pola makannya, dan memprioritaskan pemeriksaan kesehatan preventif.

3. Dua kali terpapar Covid-19

Raja Charles III disebut beberapa pihak cukup sial untuk terpapar Covid-19 pada Maret 2020 dan kemudian mendapat virus itu lagi pada Februari 2022.

Kedua kali, ia pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Ini kemungkinan karena gaya hidup sehatnya dan fakta bahwa ia menerima semua vaksin dan booster Covid-19 yang direkomendasikan.

Dia berhati-hati untuk memberikan contoh yang baik kepada publik, menunjukkan melalui video caranya mengikuti aturan karantina dan vaksinasi serta mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Demikian riwayat kesehatan Raja Charles III .***